Tampilkan postingan dengan label spill some thought. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spill some thought. Tampilkan semua postingan

Senin, Juni 15, 2009

'Autis' itu LUCU dan GAUL katamu?!

Photobucket



Selain tidak mampu bersosialisasi, penderita tidak dapat mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak, kadang marah tak terkendali. Dia sendiri tdk mampu mengendalikan dirinya sendiri & memiliki gerakan2 aneh yg selalu diulang2. Selain itu dia punya ritual sendiri yg harus dilakukannya pada saat2 atau kondisi tertentu. [sumber : Emanuel Setio Dewo]

Dulu, tahun 2006an [belum ramai Blackberry], saya dan teman-teman kadang menggunakan kata AUTIS untuk mengolok-olok seseorang or diri sendiri yang sedang dalam kondisi : 'gak peduli or masa bodoh'. Setelah menonton film Mercury Rising, rasanya sudah gak sanggup lagi lah untuk menggunakan kata autis sebagai bahan olok-olokan yang sungguh tidak pada tempatnya.

Later on, ntah mungkin emang dipicu oleh ngetopnya Blackberry yang menurut kesaksian penggunanya [kritik terhadap hal itu, bisa dibaca disini] bisa menyebabkan autis... kata LUCU-LUCU-an itupun menjadi semakin populer. Dalam konteks yang tidak sepantasnya, dan yah maaf, menurut saya sungguh tidak sensitif.

Apakah kamu tau betapa beratnya menjadi orang-tua dari anak autis? Apakah menurutmu mereka bisa tertawa menggunakan kata itu? Silahkan baca postingan ini dulu:
Dia [teman penulis.red] bilang, anggap saja joke tentang autism seperti joke joke ringan lainnya sebab orang yang berjiwa besar adalah orang yang bisa menertawakan kekurangan dirinya sendiri.

Mungkin bapak itu benar. Tapi saya tidak cukup kuat untuk berjiwa besar dalam hal ini. Untuk bisa menertawakan diri sendiri saat menghadapi anak yang saya cinta tidak berkembang seperti anak anak lainnya. Saat harus menenangkan anak saya saat tantrum-nya datang. Saat anak saya menangis dan berteriak histeris tanpa sebab. Saat berusaha membuat anak saya mau menatap mata saya. Saat terus berusaha, menunggu dan masih menunggu suatu hari nanti anak saya berbicara. [sumber : ***]

Setelah membaca cerita ibu itu, kamu masih menganggap bahwa penggunaan kata autis masih sepantasnya digunakan diluar konteks dalam rangka LUCU-LUCU-an dan ala anak GAUL? Yah well what can I say... :(
maaf saja, bagi saya penggunaan kata autis untuk bahan becandaan bukan sesuatu yang lucu. even meski tidak ada anggota keluarga atau siapapun yang saya kenal itu autis. [sumber : istribawel]

Dan kami akan terus konsisten melakukan surat himbauan semacam ini pada siapapun yang menggunakan kata "Autisme" sebagai analogi dalam konotasi negatif. [sumber : putrakembara.org]

Sumber bacaan lain : word autism in your daily joke; Stop menggunakan kata AUTIS utk joke sehari2.; Forum Autisme Indonesia.

Kamis, Maret 05, 2009

18 Random Things

Dikasih PR sama Shaffira. Benernya sih udah pernah ngerjain PR kayak gini, tapi waktu itu judulnya 25 Random Things (banyak banget dahhhh...). Apa karena beredar di kalangan ABG, judulnya ganti jadi 18 Random Things ya? Biar sesuai umur, gitu....

Ah apapun itu, PR ini ga akan saya lempar kemana-mana. Thanks Fir! Now here we go....

1. Waktu kecil sampe SMA, hobi saya adalah membaca (sejak SMP: mendengarkan musik dan mengkoleksi kaset).
2. Pas kuliah, hobinya ganti menjadi : cangkruk.
3. Sejak beberapa tahun terakhir ini, hobi saya adalah : nge-NET.
4. ........ terutama blog-writing. Really addicted to it! I've posted almost 700 posts on several blogs.
5. I love coffee, but my husband doesnt allow me to drink any of those delicious mocha-coffee.
6. But I love sambel and cabai, more.
7. ........Wait, no, I love chocolate the most!!
8. Pemilu ntar bakalan nyoblos nomer D8LAPAN.
9. I enjoy learning how to 'ngomel-ngomel' in English.
10. My first accident was at 1985. Kepala saya terbentur tembok sampe berdarah buanyak banget.
11. Saya demen ama Kangen Band.
12. Padahal kalo dengerin suami nyanyi lagunya ST-12, suka belagak menghina.
13. I met my husband for the very first time, at the teachers' office, in the same school where I work now.
14. And yes, I think it was love at 1st bite, eh, sight.
15. And yes, I believe that he was already had the 'deg-deg-serrr-feeling' toward me at that same moment.
16. I dont mind getting fatter. But people seem to have problem seeing me being one.
17. When I was 17 years old, I weight 55 kilos. Now, 10 years later, I'm 70.

DONE!

Senin, Maret 02, 2009

Time flies

Kata mutiara di bagian bawah buku tulis mengatakan, “Time flies when we’re having fun,” and I used to believe that. Tapi beberapa detik yang lalu saya menyadari bahwa time still flies fast eventhough we arent having fun.

time flies. whatever we do, whatever our mood is- right now; time indeed will keep on flying.

Kamis, Februari 26, 2009

Stick to what you believe

I strongly stick to my own opinion and what I believe.
Although I count myself as a flexible person too (about this flexibility….people said that I’m, ‘plin-plan‘. I said, ‘EGP‘)

Dan orang lain saya persilahkan untuk beropini sendiri.
Saya tidak bermasalah dengan perbedaan (opini).
Sepanjang konteksnya bukanlah dalam rangka kontes-debat.
atau penistaan terhadap kepercayaan orang lain.
Different opinion in peace :)

Karena kodratnya hidup adalah untuk saling berbeda satu sama lain. Selama perbedaan opini itu tidak mencakup parang atau golok.. well.. yeah I’m fine with that!

Lagian ini kan bukan ujian sekolah: dimana cuma ada satu jawaban benar. Dan jawaban lain salah.

Senin, Februari 23, 2009

Salah menilai

Pernah salah menilai orang ga?
Pastinya pernah.
Dibutakan sama kesan pertama yg begitu memukau atau malah memuakkan?
Padahal aslinya belom tentu….
If you dont give him a 2nd chance, mungkin kamu ga bakal pernah tau aslinya dia kayak apa.

Pernah salah menilai diri sendiri ga?
Mungkin ga banyak yg sadar bahwa kadang kita salah memberi penilaian untuk diri kita ini.
Kita terlalu tinggi menilai diri kita sendiri,
atau malah terlalu merendahkan diri sendiri.

Kadang, kita perlu bantuan orang lain untuk bisa lebih objektif,
dalam menilai orang laen maupun diri sendiri.

Jumat, Februari 20, 2009

Inside the grey-area

Saya percaya bahwa ga ada satupun manusia biasa yang hidup dijaman sekarang ini, yang kepribadiannya di dominasi hanya oleh satu warna saja. Hitam thok, atau Putih thok. Semua dari kita pasti ada di dalam grey-area.

Cuman yang jadi persoalan….

kita ini di area dark-grey (abu2 tua alias lebih kental nuansa hitam-nya)
atau
di area light-grey (putih-nya yang mendominasi)

???

Selasa, Februari 17, 2009

Negativisme

Emang ada beberapa orang di dunia ini yang bener-beneeeer deh ga nahan’in.
Negatiiiippp mulu!! Ngeluuuuuh mulu!!
Capek deket2 ma orang kayak gitu.
Pantesan pada males deket2 ma dia.


Mari... mari kita sama-sama introspeksi. Apakah kita salah satunya? Yang jadi tukang komplen??

Sabtu, Februari 14, 2009

Susah dimengerti

Katanya….
Temen yang baik itu adalah yang mau ngertiin dan nerima kita apa adanya.
Tapi kesabaran ada batasnya juga lho!

Jadiiii…
Gini dehhh…

Disaat kamu merasa bahwa ga ada orang yang bisa ngertiin kamu, coba introspeksi. Jangan-jangan emang kamu-nya yg susah dimengerti!dan orang-orang udah mulai capek dan satu-persatu menarik diri darimu…..

Please deh, dont make it too difficult to love you!

Selasa, Januari 13, 2009

three sides of a story

Ada dua hal yang kadang/ sering kita terima dari orang-orang di sekeliling kita, hal yang mungkin maksudnya baik, tapi ga selalu nyaman didenger atau dirasain di hati:

1. Kritik
2. Komentar pedes
(kedua hal itu intinya beda loh)

Kalo mau diambil sisi baiknya (setelah puas cemberut dan merasa kecewa), mungkin dua hal diatas bisa berguna buat kita untuk melatih diri untuk:

1. Berubah, terinspirasi kritik/ komen pedes itu.
2. atau…. Melatih diri untuk menjadi (semakin) muka badak. Alias ga peduli dengan itu semua.
3. Bales berkomentar pedas, debat kusir sampe dua-duanya jadi kuda.
4. Menghargai orang yang udah punya nyali untuk mengkritik atau berkomentar pedas itu. Banyak orang yang ketidak-setujuannya cuman diwujudkan dalam bentuk mbatin atau memendam aja dalam hati.
5. Istiqomah. Konsisten, tetap tegak pendirian walo ga semua orang pro dengan apa yang kita kerjakan/ yakini.

tentukan jalanmu!

Yang jelas, di dunia ini memang yang namanya PERBEDAAN itu akan selalu ada. Sampai kapan-punnnn…. Jadi ya tergantung kita menyikapi-nya bagemana? Mau marah-marah dan terlibat debat kusir sampek elek? Atau mau membiarkan perbedaan itu apa adanya (selama tidak mengandung penghinaan, penistaan, bacok2an dan/atau saling menghalangi jalan satu-sama lain).

Kalo boleh, saya mau menafsirkan makna dari Surat Al- Kafirun, terutama ayat terakhir, sebagai : tiap orang ber-hak memiliki pilihan dan pandangannya sendiri-sendiri. Bagi-mu, ya tentunya kamu berada di pilihan yang paling benar. Tapi bagi saya, inilah jalan yang saya pilih sebagai yang terbaik.

Maaf lhooo… kalo tafsiran saya kurang berkenan :)

selalu ada 3 sisi dari sebuah cerita. Your side, my side and the truth ;)

Gambar dari sini.

Sabtu, November 15, 2008

Cerita tentang ikhlas

taken from http://www.pastemagazine.com

Ada misteri dengan satu kata ber-awalan huruf I itu.yaitu IKHLAS.

Beberapa hari ini saya bertanya-tanya pada diri sendiri,
"Apakah hal-hal manis yang saya lakukan akhir-akhir ini, IKHLAS karena Allah, atau karena ingin dianggap MANIS?"

Agak sulit menjawab pertanyaan itu, karena saya belum merasa mengetahui rumus IKHLAS. Belum tau batasan-batasan ke-IKHLAS-an, dan lebih tepatnya........ Saya belom bisa TOTAL membaca isi hati sendiri, dan menerjemahkan maksud-tujuan yg ada di dalam perbuatan...

Deddy Mizwar, ketika berperan disalah satu filmnya (kalo ga salah, judulnya Kiamat Sudah Dekat. Lawan maennya: Andre Stinky), "Ilmu yang paling sulit dipelajari itu, adalah ilmu IKHLAS...."

sepakat om!!

Rabu, November 05, 2008

Don't Sweat the Small Stuff

Enam tahun yang lalu (persisnya: 15 Maret 2002), saya pernah membeli buku berjudul Don't Sweat the Small Stuff for Teens: jangan meributkan masalah kecil buat para remaja. Terbitan Gramedia, dikarang oleh Richard Carlson, Ph.D.

Seingat saya, harga buku itu, pada waktu itu, lumayan mahal untuk ukuran mahasiswa berkantong pas2an kayak saya ini. Tapi herannya, setelah dibeli pun hanya dibaca sampai beberapa halaman pertama saja. Tidak diteruskan sampai habis. Dan yang semakin mengherankan lagi, walo ga tuntas dibaca, pesan dari buku itu tertanam dengan sukses di kepala ini.
Dont sweat the small stuff in life. Not the stuff in YOUR life, especially not the stuff in PEOPLE's life!

Jangan meributkan...
Jangan memperdebatkan...
Jangan ngereseh'i...
Jangan ngajakin berantem....
karena hal-hal yang kecil dan remeh-temeh!

I cant give you a good explanation, tapi marilah liat langsung aja contoh dalam hidup saya pasca pernikahan... tentang betapa mudah sebenarnya saya bisa menghindari keributan hanya dengan menghindari ngambek tentang hal remeh-temeh.

Saya menikahi Shinichi, berarti saya menikahi kebiasaan2nya juga. Vice versa, rite? Ada beberapa kebiasaannya dia yg dulu saya anggap 'NYEBELIN dan MERUGIKAN'. Menyebalkan menurut saya, dan saya anggap itu merugikan kedua belah pihak.

EXAMPLE:
Rumah saya kan ber-nyamuk, walo itu jelas bukan hewan yg dgn sengaja dipelihara. Tapi emang rumah saya lumayan banyak nyamuknya. Apalagi di kamar mandi, udah kayak basecamp-nya nyamuk aja (I wonder whether they serve tiny glasses of free blood in my bathroom...). Shinichi itu kalo mau keluar kamar sebentar, selalu aja lupa/malas/sengaja ga mau nutup pintunya. Alasan? Ya kan keluar cuma sebentar, ngapain ditutup pintunya. Begitu kira-kira.

Sebagai garda depan pembasmi nyamuk (modal raket elektrik), jelas saya sebel donk dgn kebiasaan ini. Dan bukan sekali dua kali saya menegurnya dengan nada tinggi, "Mas! Pintuuu!". Dan Shinichi pun kesal donk karena mendengar saya nyolot kyk gitu tentang hal yg menurutnya "Ga usah pake nada tinggi bisa donk?!".

Tapi saya merasa perlu pake nada tinggi!! Kenapa? karena hal itu terjadi berulang-kali! *nyolot modeON*

EFEKNYA?
Suami sebel sama saya. Iya kalo sebelnya sebentar? Namanya juga di solot'in, biasanya sebelnya lumayan lama tuh. Berkurang-lah quality-time berdua cuma karena saya nyolot.

IS IT A SMALL THING?
Diliat dari segi size, nyamuk is small. Nyamuk-nyamuk kecil yang sebenarnya bisa ditumpas dengan modal raket nyamuk atau obat nyamuk elektrik. Tapi saya pilih untuk memarahi suami saya cuma gara2 nyamuk. Memang, banyak orang meninggal gara-gara demam berdarah. Tapi apa ya, teguran-nada-tinggi saya itu 'worth it'? After a second thought? NOPE.

SOLUSI-NYA?
Instead of nyolot dan merasa kesal sama suami tersayang cuma gara-gara nyamuk dan pintu, saya sekarang lebih pilih membiarkan suami memperlakukan pintu seperti yang dia mau. Toh nyamuk bisa ditumpas, kenapa mesti pilih both gatal digigit nyamuk dan dicemberutin ama suami? Mending gatal karena nyamuk, tp bisa lomba nepuk nyamuk sama suami, sambil ketawa-ketawa. That easy.

Masih banyak contoh laen yg kapan2 akan saya bagi disini. Kenapa saya pilih bercerita dengan contoh, dan bukannya menjelaskan teori2nya? Well, Richard Carlson, Ph.D did it better. So why dont you buy/borrow the book? Hehehe...

Minggu, September 21, 2008

The survivor's recipe

yang penting dalam hidup :

berusaha melakukan yang kita cintai. atau mencintai yang kita lakukan (walo awalnya ga seberapa niat).


dan tetaplah ingat bahwa bbrp resep bertahan hidup di dunia ini adalah:

1. fleksibilitas/ adaptasi (kalo suatu saat dengan gelar Sarjana Seni itu tnyata menyulitkan diri dalam mencari pekerjaan, ya beralih-profesilah. Anak IPB aja banyak yg kerja di Bank, kok.)
2. percaya bahwa satu2nya hal yg ga akan berubah di hidup ini adalah perubahan itu sendiri.
3. Ikhtiar itu harus, but in the end, yakinlah bahwa Allah selalu memberi apa yang kita perlu. Bukan apa yang kita mau.

Jumat, September 19, 2008

Our Moral Compass

Grissom, states that “Our moral compass can only point us in the right direction, it can’t make us go there.”

Jumat, September 05, 2008

Changes in life

Satu-satunya hal yang tak akan berubah di hidup ini adalah perubahan...

wlo kadang orang ga sanggup berubah, tp seenggaknya mereka ber-adaptasi.

Sabtu, Agustus 30, 2008

Hikmah itu ada

Tiap hal yang terjadi di hidup ini, ada hikmahnya, Bung!
Sekarang tergantung kita-nya aja yang bisa apa nggak melihat hikmah itu.

Jumat, Agustus 29, 2008

Kritikus Gratisan

Karena kadang orang ga minta dikritik karena emang dia...
either: mencintai seleranya apa adanya, atau emg ga siap menerima kritik.

Senin, Agustus 25, 2008

Nyari kos?

Buat murid2ku yg lg nyari kos:

Kalo pilih kos yang bener.
Yang teliti.
Jangan yang campur laki-perempuan.
Godaannya besar!
Kecuali kalo emang hal itu tidak bertentangan dengan prinsip hidupmu.

Jangan kumpul sama orang yg males kuliah.
Ntar diajakin bolos melulu!

Kalo bisa cari yang deket mesjid,
dimana suara azan menembus dinding kamar
dan membangunkanmu disaat Subuh tiba.
Meski setelah denger azan juga (sayangnya) blom tentyu sholat,
dan setelah sholat juga (sayangnya) belum terjamin bisa berkelakuan baik.

environment is the best teacher and the best guidance,
either to the bad or to the good things....
But it's always easier to follow the wrong path, my dear!
especially when you're away from home.

Senin, Agustus 04, 2008

Aliran Ketidak-sempurnaan

My life and my everything, indeed, is not perfect.
But somehow, I just loooooove them!
Ketidak-sempurnaan saya, adalah yang membentuk diri dan hidup ini menjadi begini indahnya.

Minggu, Agustus 03, 2008

Menggaruk yang gatal

Pernah gak sih ngerasa enak saat menggaruk bagian yang gatal karena digigit nyamuk atau karena serangga atau yang lainnya? Bagian yang semestinya jangan digaruk karena nanti akan jadi luka, tapi karena ngerasa enak... terus digaruk.... sampe akhirnya lukanya membesar dan meninggalkan bekas.

Padahal kalo dibiarin aja dari awal ya ga akan menimbulkan bekas.
Tapi kita terus menggaruknya, karena terasa enak.

Sekarang ini, ada 'gatal' yg sedang saya pertimbangkan.... mau menggaruknya terus atau membiarkannya sembuh? Karena godaan untuk 'menggaruk' sangatlah besar.... :(

Kebahagiaan kita

Kebahagiaan kita, tergantung kepada diri kita sendiri.
Kita-lah yang menentukan, mau seneng apa mau susah?
Mau mikirin apa kata orang? Atau mau cuek aja?
Kalo ada masalah, mau dibawa nyantai atau mau dibawa pusing?

Keahlian seperti diatas emang ga mudah untuk dikuasai.
Saya sendiri mungkin masih belom ada 50% berhasil menerapkannya.

Tapi gini aja deh:
Saya ga bisa selalu menyalahkan orang setiap kali Saya BT. Cobalah interospeksi, mungkin Saya-nya aja yg terlalu membebani diri dengan hal-hal yang sebenarnya ga perlu masuk prioritas.