Jumat, Mei 15, 2009

How fat are you?

Bismillah, I really hope my writing can be useful for other woman especially teenagers.

How fat are you?

When I was still on junior high-school, I weight 58 kilos. And surely I dont have a good image toward my body although I dont show it to other people very often by saying, “Doh, I’m sooooo fat”, etc. I’m 157 cm tall, by the way.

by the way, whether you’re really fat or not, It’s VERY ANNOYING to keep on being negative toward your body by complaining at least one a day : “Oh my, I’m soooo FAT!”. People around you could get really irritated to hear that, you know?

On my senior high-school time, I regularly went swimming. Not very often actually, only once a week except when I’m on my period. After 2 years swimming regularly, I lost only 3 kilos but my size went down several number. From L to M. And my belly is flat.

Now, I’m 70 kilos. I’ve gained 15 kilos on the past 9 years, especially after 2004. So when I recall those old memories with my 55 kilos body, where I can use the dress/ tshirt on size M/L, I got happy now!

I didnt fat at that moment! I was only a bit plumpy! But yeah I’m overweight now, hehe… Surprisingly, I got more confident after I’m 70 rather than when I was still 55…. Alhamdulillah :)

Back to my 55 kilos body, at that moment, still, I feel the urge to lo lose 5-7 more kilos (what the….!) because I read on a teen magazine (those magazine with all the skinny models and beauty advertisement could really give us a hard time, leaving us feeling sorry for our body, dont you think??) and that magazine told the readers that we should count for our ideal weight, this way:

(our height – 110) = our ideal weight
So it means, when I’m 157 cm tall, (157 – 110) = my ideal weight should be less than 50 kilos!! OMG!

After several years of thinking and evaluating, I can say that, that calculation is irrational and that kind of standard will give teenagers (especially GIRLS) a bad impact! Okay, that standard may works on those supermodel, but most of those skinny-super-skinny supermodels dont live healthily, I bet!

I think, the best way to calculate your ideal weight is:
(our height – 100)

Do you know the fact that man prefer a more plumpy (berisi/montok) woman? But Woman enjoys to see other woman who is SKINNY. Yeah, surprise… surprise…

But no, I dont mean to say that you cant be a skinny girl/woman,and if you think that your ideal weight is (your height – 110), well it’s okay then. It’s your body anyway. BUT…

I urge you to go consulting to a nutrician/ doctor about the way you’re going to lose your weights (what kind of diet, how many calories should you take each day, how many times a week should you exercise, etc).


And yeah baby, there’s no way as a shortcut to a slimmer body!! So just forget those pills advertized in the magazine! If you dont want to do regular exercise, so dont even dream to lose weights! Doing exercise regularly is the best way to lose weights.

And oh yeah, you might want to calculate your ideal weight by using BMI (Body Mass Index). Mine shows me that I’m overweight, so I guess I have to start doing exercise regularly if I want to maintain my health!

Selasa, Mei 12, 2009

The indifference

On Thursday night, when I was on my bed with my headache tried to kill me, I watched Oprah. The episode invited John Quinones from Primetime series, “What Would You Do” at ABC channel [see the recap here!].

Well you can see the summary of the episode by yourself at the link, I just want to quote one sentence from it :

It’s not hatred that kills people. It’s the indifference.

I got,….. WOW, that’s so true!

When you see someone with a bruise on her face, come to work, and it is so clear that she had cried before. What will you do? (1) Ask her what happened, or (2) just leave her alone with her problem realizing that it isnt your business??

Even after you hear her story of being abused physically (domestic violence) by her boyfriend, parents, or husband… what will you do? (1) Just try to calm her down, or (2) report it to the authority?

IMHO: we must know that, when somebody is being abused (especially when it physically cos it leaves the body with evidences like bruises) BUT the victims dont call anyone for help, then it’s our DUTY as human being to automatically doing something! Even when the victim said, “Leave me alone, it’s none of your business!”

But somebody still have to help him/her. Why? Because she/he cant help him/herself!! In other way, when we keep silence and doing nothing, not even try to talk to the victim and calm her/him down, we will be indifferent.

When we have stopped to care toward each other, that’s when we should ask ourself ,”Are we even human anymore?”

Sabtu, Mei 02, 2009

Children and Money

Kapan hari di Oprah membahas tentang panduan pengelolaan uang di rumah tangga untuk ortu dan anak. Here are some of the tips and tricks I got :

1. Start talking about money to your children, tentang bagaimana kamu dan mereka akan membelanjakan uang dan menabungnya. Ortu adalah teladan bagi anak, jadi mereka akan meniru cara ortu berbelanja, bukannya mendengarkan nasihat kita. Anak jadi boros, atau jadi rajin menabung? Semua tergantung dari gaya belanja ortu.

2. Start paying for things in cash. Jika anak terlalu sering melihat ortu membayar dengan duit-yg-ga-kliyatan alias debit-card ato credit card, mereka akan lebih menggampang-kan pengeluaran uang. Dibanding dengan jika ortu/ anak belanja dengan cash, kan bakal keliatan tuh: tadinya di dompet ada 100ribu, setelah belanja 40ribu- duit tinggal 60ribu. Dengan melihat langsung berkurangnya duit/uang, maka anak akan merasa eman atau kehilangan. Ini akan mendorong anak berfikir 2x sebelum berbelanja.

3. Jangan biasakan mengganti kualitas dan kuantitas pertemuan ortu-anak, dengan membelikan mereka hadiah atau barang sebagai gantinya. Jika ortu berjanji akan pergi bersama anak dikala weekend, dan lantas tidak dapat memenuhi janji tersebut… jangan memberikan mereka uang dan menyuruh mereka pergi ke mall sendiri untuk having fun. Sesungguhnya yang berarti bagi anak itu adalah acara bersama ortu. Kalo dibiasakan begitu terus, nanti anak jadi males berkumpul bersama keluarga (biasanya ni anak usia ABG) dan lebih pilih dapet mentahnya aja.

4. Dont tell children that you can afford to buy things when you actually cant. Kalo kondisi keuangan sedang tidak mencukupi untuk mengirim anak darmawisata bersama sekolahnya keluar kota atau keluar negeri, yang katakan bahwa anda sedang tidak mampu. Jangan malah ngutang kesana-kemari untuk memenuhi keinginan (utang untuk memenuhi kebutuhan aja sebaiknya dihindari kok)

5. Prioitize, buy what you need not what you want. Jika anak merengek minta iPod seharga 1 juta, biarkan mereka menunggu dan memikirkan kembali keinginan mereka itu, paling nggak selama 2-3 minggu. Jika setelah batas wakt, mereka masih ngebet pengen beli, ya belikan-lah jika kamu emang mampu. Dengan membiarkan mereka menunggu terkabulnya keinginan (bukan kebutuhan) mereka, ini akan mencegah terjadinya impulsive-shopping.

6. Children must know that : you do not automatically get allowance/ pocket money just because you’re the member of the family. but you have to do some chores to get that money. -> ini kayaknya cuman pas buat American family ya, yg hidup tanpa pembantu. Di Indonesia mah, gaji pembantu murah bener dan semua keluarga punya pembantu, ya anak Indonesia (dari keluarga menengah keatas) jarang ada yang diharuskan cuci piring, cuci-setrika baju, potong rumput, cuci mobil, dll.

7. Credit card for teenagers? Apakah remaja dibawah usia 20 yg belum pernah bekerja untuk mendapatkan uang, sudah pantas dan cukup betranggung jawab untuk memperoleh kartu kredit yg masih dibayari oleh ortu? Mending kartu debit deh, jadi mereka hanya berbelanja sesuai dengan uang yg mereka miliki. Jangan memulai kebiasaan berhutang!! Pake kartu kredit kan sama aja dengan ngutang, walo tiap bulan ada min. payment. Tp kalo bayar min. payment doank, kapan lunasnya sementara bunga jalan terus??!

———————————

Yah begitulah kira-kira yang saya dapatkan dari episod Oprah waktu itu. Semoga berguna yaaa….

Kamis, April 30, 2009

Tentang ignoring those 'who the hell are you'

Akhirnya setelah 6 bulanan join di facebook, malam ini saya akan ngomel sepuasnya disini. POSTINGAN INI MUNGKIN AKAN MENYINGGUNG BEBERAPA PIHAK. Mohon maaf sebelumnya.....

Weeks ago, salah satu temen saya menyampaikan keluhan via status di FB-nya.
Intinya : bingung ngadepin orang-orang ga dikenal yang suka nge-add ga jelas juntrungannya, ga pake introduction message, dll.
Hari ini, salah satu murid juga menuliskan uneg-uneg yang sama. Intinya : mau approve kok ya males... mau ignore/reject tapi sungkan.

Sungkan? Mereka aja nge-add sembarangan, kenal kagak, pernah ketemu juga kagak, asal nge-add doang... gitu mereka gak sungkan? Kok kita yang mau memproteksi data pribadi dan foto kita [di akun FB/ FS] dari penglihatan orang asing.... malah sungkan??

Orang Indonesia emang bawaannya gitu kali ya? Sungkan untuk hal yg sebenarnya ga perlu.

Gak cewek usia 17 kayak , gak temen saya yang udah hampir 1/4 abad... kenapa sih mesti sungkan nolak/reject/ignore invitation dari orang yg ga dikenal dan ga pake kulonuwun?

Your FB or FS's profile tuh kayak your online CV. Malah lebih ke 'kamar pribadi' kalian di dunia maya. Tolonglah, jangan polos-polos napa? Waspada dan protek diri kalian! Mulai data diri, sekolah, sampe tanggal lahir ada disini . Saya mah ogah kalo harus kasih tanggal lahir asli di dunia maya, what for? Mendingan pas ultah sepi dari ucapan selamat, daripada kudu naruh tanggal lahir asli di dunia maya.

Bagi yang punya kartu kredit, malah haram hukumnya nulis tanggal lahir asli yang bisa dibaca ama semua orang!

Itu baru data diri [tempat kerja, sekolah, tanggal lahir]. Foto-foto mulai dari pose normal, pose ajaib, sampek yg nekad kutungan + rok mini atao ber swimsuit ria juga ada .

Tentang foto-foto seksi: eh mbak.... tau..tau.. situ bodinya bagus, sini mah gak sirik ya... tapi kalo emang ga niat 'jualan' or meski situ 'desperately single', mendingan disimpen di folder pribadi aja deh di komputer, foto kyk gitu....digrab dan dipasang di situs porno baru tau rasa! Trust me...shit DOES happens, darling. And this online world is far more dangerous than the real one!
We have to protect our personal information and our account. It's a must. Apalagi buat yang udah ngerasa jengah dengan invitation dan add-add ga jelas itu.

Honestly, I find a weird weird pleasure in ignoring or rejecting invitations from those strangers. Kalo dulu mah masih mau repot2 kirim pesan, "Halo ini siapa ya? Maaf kok ga familiar wajah dan namanya? Have we met? bla bla bla.."

Saiki yo males rek kirim pesan kayak gitu, wasting time. Sana asal nge-add, dikata sini ga bisa asal meng-ignore? Klak-klik aja, ignore-all aja, hahaha... Toh kalo situ butuh, situ bakalan add lagi dan maybe, the next add will include an introduction message.

Misal kalian bertamu kerumah orang, selalu kulo-nuwun dulu kan? "Assalamualaikuuuummm... Permisi saya anu, boleh masuk gak?" Nah kenapa ga memakai prinsip yang sama untuk 'bertandang' ke rumah maya or akun FB orang laen? [kalo blog, laen lg ceritanya karena itu bacaan untuk umum kecuali blog yang memang butuh password atau special for members or invited-readers only]

Dari sekian banyak [ga sampe ratusan sih, paling baru masuk angka 20-30] invitation yang dengan PUAS saya reject/ignore, ga ada tuh yang sampe nge-add lagi dan marah-marah karena ngira saya sok. Eh, sori ya, sini bukan cuman SOK tapi juga PILIH-PILIH...

Kenapa ga di-add aja sih Ms? Lumayan buat nambah teman baru. Kamu! Kamu mungkin niat nambah teman baru, meski setelah kamu add, buntutnya juga paling dia cuman nyapa 'thanks for approve' doank trus ga ada kabarnya! Ya kan?! Berapa banyak sih yang lantas bener-bener berniat untuk me-maintain hubungan pertemanan dengan orang asing itu dengan cara ngobrol via wall/ personal-message dll? Ngaku aja deh...

Sekali lagi, dengan gak sungkan-sungkan... saya emang SOK dan PILIH-PILIH for a very good reason : protecting my photos and personal data [meski itu cuman sekedar, 'kerja dimana'] Dih... saya mah buka akun di FB bukan buat menjalin pertemanan dengan orang asing. Murni buat menjaga hubungan dengan teman-teman lama aja.

Dan buat yang ngerasa sering ngobrol di dunia nyata ama saya, tapi masih saya reject/ignore juga disini, maaf ya... foto sih boleh dikenali... tapi namanya kok ga pake nama asli ya? Hmmm... tolong deh, nama cute yet gak jelas- gak jelas itu, SIMPEN aja buat di FS. Stop that habit, please! Bukankah 'adat' di FB sini adalah menyantumkan nama asli kita?

Sori nih kalo ada yang ga berkenan. Mau protes? Silahkan, this is a free media, free world. Komennya kan ga saya tutup. Situ ga harus se-pendapat sama saya. Tapi tolong sama-sama kita perluas wawasan, bahwa ga semua orang itu sepikiran sama kita. Satu gaya sama kita. Meski kita bisa an sering menerima invitation dari orang yang dikenal dan ga pake introduction message, HARGAILAH perbedaan bahwa ga semua orang bisa begitu. PAHAM? Saya sih paham. Makanya sekarang saya ga se-kaku dulu lagi. Sekarang, asal fotonya saya kenali atau nama-nya familiar, saya pasti nge-add gak pake banyak cincong kayak dulu lagi. Ga pake ngomel lagi di status.

Yuk ah... udah malem... Komen ditunggu, monggo.... asal santun aja... kalo nggak sopan ya saya delete... repot amat. Buat yang mau copy-paste tulisan ini, yak silahkan saja... cantumin sumbernya ya [link balik ke blog saya]

Minggu, April 26, 2009

Syarat SIMAK-UI

Salah satu anak Dementor, Allyn si Miss Basketball, tertarik banget pengen daftar Fak. Kedokteran UI kelas Internasional. Saya pun sempet ngobrol dengannya kapan hari di kelas, sebelum SIMAK-UI,

Saya : Emang syaratnya apa aja Lyn?
Allyn : ini itu, bla-bla-bla….
Saya : Oohh… lumayan juga ya?
Allyn : Iya Miss, tapi ga pake TPA.
Saya : TPA apa? Disuruh baca Qur’an gitu??

TPA yg dimaksud Allyn adalah Tes Potensi Akademik. Tapi TPA yang dibenak saya adalah : Taman Pendidikan Al-Quran, =)) Aning, yang sedang nguping pembicaraan antara saya Allyn, langsung ngakak ga putus-putus demi mendengar kalimat terakhir saya, huehehehe….

Kamis, April 23, 2009

Sebelum mengeluh

Next time sebelum mengeluh, saya mungkin perlu merenungkan tulisana dibawah ini… Sekedar mengingatkan diri sendiri dan mungkin bermanfaat bagi yang baca.

01]. Hari ini sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

02]. Sebelum Anda mengeluh tentang rasa dari makanan yang Anda santap, Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

03]. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

04]. Sebelum Anda mengeluh bahwa Anda buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

05]. Sebelum Anda mengeluh tentang suami atau istri Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

06]. Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang hidup Anda,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

07]. Sebelum Anda mengeluh tentang anak-anak Anda
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

08]. Sebelum Anda mengeluh tentang rumah Anda yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

09]. Sebelum Anda mengeluh tentang jauhnya Anda telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

10]. Dan di saat Anda lelah dan mengeluh tentang pekerjaan Anda,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

11]. Sebelum Anda menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa….

12]. Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika Anda sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa Anda masih hidup !
a. Life is a gift
b. Live it…
c. Enjoy it…
d. Celebrate it…
e. And fulfill it.

13]. Cintai orang lain dengan perkataan dan perbuatanmu

14]. Cinta diciptakan tidak untuk disimpan atau disembunyikan

15]. Anda tidak mencintai seseorang karena dia cantik atau tampan,
Mereka cantik/tampan karena Anda mencintainya,,,

16]. It’s true you don’t know what you’ve got until it’s gone, but it’s also true You don’t know what you’ve been missing until it arrives!!!

Jadi……..berhentilah mengeluh, hadapilah manis pahitnya hidup dengan bersyukur terhadap semua yang telah Tuhan berikan…. Subhanallah.

dari sini.

Rabu, April 22, 2009

Ciri-ciri Hoax part 2

Semua pengguna internet, bertanggung-jawab untuk mencegah tersebarnya berita bohong atau HOAX!

Sumber dari pandu32[dot]blogspot[dot]com:

Salah satu ciri hoax adalah timbulnya efek berantai. Ya, memang itulah maksud dan tujuan dari hoax, Tanpa peduli isinya, hoax menginginkan penerimanya untuk mengirimkan surat itu kesemua orang. Itulah yang disebut efek berantai atau efek forward.

Ciri-ciri hoax lebih lanjut yaitu sebagai berikut :

1. Topik yang unik (misalnya komputer, kesehatan, keuangan, kemanusiaan, astronomi)
2. Masalah yang kira-kira akan membuat orang mengernyitkan dahi dan berupaya untuk memberitahukan kepada teman-temannya.
3. Menggunakan istilah-istilah ilmiah dan sudah diketahui banyak orang, beserta angka-angkanya.
4. Kadang ada alamat kantor berita di internet, supaya terlihat serius.
5. Ada kata-kata ajaib
6. Efek forward.


Apa yang harus dilakukan bila suatu berita terlihat seperti hoax ?

1. Tunda mengeklik tombol forward sampai bisa diyakini kebenaran beritanya.
2. Search google. Ketikkan judul berita tersebut dan tambahkan kata "hoax"
3. Tanyakan kepada orang yang benar-benar ahli
4. Telusuri setiap detail yang tercantum dalam berita. Jika disebutkan nama riset atau universitas tertentu, carilah di internet. Bila perlu hubungi institusi tersebut untuk mendapat klarifikasi.


Yang harus dilakukan jika terbukti hoax :


1. Hapus segera berita tersebut dari inbox
2. Jika memungkinkan, buat bantahan di media yang bisa di akses semua orang, misalnya internet atau surat pembaca
3. Stop membicarakannya kepada orang lain jika tidak ditanya. Bahasa lisan sangat mudah terdistorsi dan menghasilkan kebohongan baru.


Menghindari hoax :

1. Saat menulis apapun, posisikan diri sebagai pencari informasi, bukan pakar
2. Jangan membuat pernyataan bahaya jika tidak terlalu yakin kebenarannya
3. Bersikaplah skeptis terhadap semua berita, tidak ada berita yang benar sebelum benar-benar terbukti benar
4. Bertanggung jawab, meminta maaf dan menyatakan terus terang jika memang tulisan yang dibuat salah
5. Bila memungkinkan, hapus segera tulisan yang terbukti salah agar tidak terbaca oleh orang awam
6. Tanamkan dikepala kita bahwa tombol forward tidak digunakan untuk menyebar berita apapun.


Begitulah rimba raya internet. Informasi yang melimpah ruah tidak selamanya membantu orang, sebagian justru menyulitkan. Ada seorang blogger senior di Jakarta menyatakan, "Tidak selamanya internet membuat segalanya terang benderang,"

Ciri-ciri Hoax part 1

Mungkin sudah ada beberapa diantara kalian yang pernah membaca postingan saya yang membahas tentang bagaimana HOAX bisa berujung pada syirik? [klik sini]. Kali ini saya berniat melanjutkan penyebaran antivirus : antiHOAX kepada para sesama pengguna internet.... Kenapa bagi saya, penting untuk menginformasikan hal seperti ini?

HOAX adalah salah satu fenomena yang nampaknya SEPELE ["tinggal forward ke teman-teman aja, apa susahnya sih? ya dicoba aja, siapa tau beneran," dsb...] namun sesungguhnya merupakan salah satu PENYAKIT BERBAHAYA di dunia maya. Karena bisa menimbulkan keresahan jika lantas penerima email/pesan mempercayainya.


Untuk contoh HOAX dalam bahasa Indonesia, bisa klik deathlock[dot]wordpress[dot]com:

Ciri-ciri HOAX yang saya rangkum dari sini:


Ciri-ciri hoax yang disebutkan dibawah ini mencakup berbagai macam hoax, dari berita bohong tentang sesuatu yang urgent, hingga keajaiban yang terjadi jika kita menyebarkan ke jumlah orang tertentu.

1. Selalu memuat kata “PENTING! SEBARKAN KE ORANG LAIN” atau semacamnya


2. Sering memuat “Berita ini sudah menggemparkan kota XXX” atau “Berita ini sudah diklarifikasi oleh CNN”

3. Penjabarannya ’sok ilmiah’ atau rumit


4. Tidak ada sumber yang pasti atau justifikasi

“Mr. Allen Smith
Manager, Friendster
Note: This is the true e-mail of Mr. mith and this is not scam email like others.”

Disitu terdapat pembenaran bahwa yang mengirim adalah Pak Smith. Namun, kenyataannya sebenarnya bukan.

5. Korban yang tidak jelas
“3 wanita di Jakarta masuk rumah sakit karena…”

6. Sebarkan ke 10 orang, maka Anda akan mendapatkan kebahagiaan
Ciri lain hoax yang paling umum, sifatnya keajaiban. Angka-angkanya pasti mutlak, selalu dibatasi pada angka tertentu. Kalau memang membawa hal bagus, kenapa harus disebarkan ke jumlah orang tertentu?

7.Pada judul email, dibubuhi prefix “FW:”
Iya. Prefix FW yang merupakan akronim dari Forward dapat ditemui karena saking banyaknya dan saking seringnya pesan bohong ini diforward kemana-mana oleh sebagian besar orang. Dan, umumnya, seperti yang sudah sempat ditulis diatas, orang tidak membaca keseluruhan isi pesan tersebut (apalagi memodifikasi isinya) dan langsung melakukan apa yang disuruh oleh hoax itu: “Forward ke teman-teman Anda!

=================

Demikian bagian pertama dari kutipan dan rangkuman saya tentang ciri-ciri hoax. Semoga bisa membantu mengurangi penyebar-luasan HOAX. Remember : writing a hoax could be categorized as an online crime! Spreading it is the beginning of the online-stupidity.....

Jumat, April 17, 2009

Jadi boss untuk diri sendiri??

Orang kalo mau kuliah itu, jangan cuma ngebayangin ntar kerja dimana. Tapi kudu juga membekali diri dengan kemampuan : ntar bisa buka lapangan pekerjaan apa? Seenggaknya untuk mempekerjakan diri sendiri (syukur kalo bisa ngerekrut orang laen).

Sebage contoh, kisah nyata tentang Paksi Dewandaru (one of my husband’s best friends) yang lulus dari Elektro bukannya kerja jadi tukang solder di PLN ato di company apaan gitu, malah banting stir jadi wiraswasta. Ga tanggung-tanggung, pengusaha franchise bok :p (ala Baba Rafi gitu ya Paks? Semoga lancar dan barokah usahamu yooo)

Tanya : tapi emang anaknya orang kaya gitu kali dia?
Jawab : ya untuk jadi wiraswasta emang butuh modal. Kadang modalnya gede, kadang kecil. Makanya, kalian-kalian yang ortunya mampu ini, sebaiknya ortu kalian juga menabung untuk modal kerja kalian ntar.

Lha kalo anaknya mau buka usaha sendiri, kan ortunya bisa bertindak jadi penanam modal, asal jgn lupa dibalikin jeh kalo udah BEP :D

Makanya saya dulu niat masuk Sastra Inggris. Selain karena emang niat dan cinta, juga dengan keyakinan : mahasiswa Sastra Inggris mah dari pertengahan kuliah juga udah bisa kerja sampingan : mengajar. Dan saya yakin, mengajar privat bahasa Inggris itu masih akan terus dicari konsumen.

Lagian, ngajar privat mah modal duit transport doang, hehe (selain keberanian dan skill tentunya).Lulus dari Sastra Inggris-pun, kalo punya modal lebih berupa tempat, juga bisa buka kursus’an dirumah.

Jadi, jurusan saya itu emang memiliki kemungkinan yang lebih luas : kerja untuk orang laen bisa, menjadi bos untuk diri sendiri pun bisa. Bukannya saya menyarankan semua masuk Sastra, ga gitu juga.

Balik lagi ke inti postingan ini : persiapkanlah dirimu dengan skill dan modal lain untuk bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri. Lebih baik lagi kalo saat wiraswasta itu, ilmu jaman kuliah masih bisa dipake. Biar kata ntar melenceng pun, asal halal ya ga masalah.


Gicuwww… Jadiiiii… sudah siapkah anda untuk jadi boss bagi diri sendiri?